Plastik yang Menjadi Buah Bibir.
Kali ini plastik menjadi buah bibir lagi. Bukan karena para pecinta lingkungan yang menunjuknya sebagai salah satu polutan di bumi. Bukan pula karena jumlahnya yang banyak tidak terurai. Plastik kini menjadi buah bibir para ibu rumah tangga. Lho?
Hal ini menyangkut pemberitaan di televisi mengenai bahaya plastik. Banyak yang beranggapan plastik sekarang sangat rawan memigrasikan kandungan bahayanya ke dalam makanan atau minuman. Memang di dalam plastik terdapat beberapa senyawa kimia yang berbahaya bila terlepas (atau istilahnya “terputus”) dari sistem plasstik tersebut. Dan dalam penggunaak jangka panjang, efeknya pada kesehatan sangat tinggi.
Yang menjadi masalah bagi saya, keadaan pemberitaan seakan-akan mengatakan bahwa jika kita memakai plastik untuk menjadi wadah minuman (semisal plastik bernomor 1), serta merta zat berbahaya yang terkandung dalam plastik itu pindah ke dalam minuman kita. Padahal, secara teoritik (dan logika) hal itu jarang terjadi. Apalagi jika minumannya tidak panas. Mengapa? Karena reaksi pemindahan zat dari plastik ke minuman (entah adisi atau substitusi) bukan reaksi yang serta-merta terjadi alias spontan. Reaksi yang terjadi membutuhkan energi aktivasi, kecuali jika ada katalisnya. Apalagi jika hanya bereaksi dengan air biasa yang cenderung netral. Memang tetap ada kemungkinan air itu terpapar kandungan plastik, tapi jika pun ada, masih dalam keadaan yang dapat ditoleransi tubuh. Semua bahan kimia, berbahaya atau pun tidak, asalkan dalam batas toleransi, tidak akan menimbulkan masalah. Jadi intinya kita masih aman-aman, kok, memakai bekas wadah air mineral buat wadah air kita. Asalkan jangan terlalu lama. Kira-kira 3-4 kali saja, lalu dibuang. Jangan sampai warnanya kusam atau kena matahari. Wadah baru yang belum dibuka segelnya pun bisa saja terpapar zat kimia dari plastik bila terkena cahaya matahari terlalu lama. Panas dari cahaya tersebutlah yang memberikan energi aktivasi, meskipun untuk bereaksi butuh waktu yang lama.
Jadi, jangan kuatir dengan plastik. Selama tidak bersentuhan dengan yang panas-panas, plastik aman untuk digunakan. Meski jenis plastik itu 4 atau 5 sekalipun, bila ditempati makanan atau minuman panas, peluang terpapar zat kimia plastik tetap akan ada. Dan jika mau aman, hindari plastik kresek buat menyimpan makanan. Karena strukturnya yang lebih lentur akan lebih mudah melepas kandungannya dibandingkan yang keras.
Agustus 6, 2008 - Ditulis oleh kagaku | Opini saya | Add new tag, kabar terbaru, kimia, pastik | & Komentar
& Komentar »
Tinggalkan komentar
It’s me
Kagakusha adalah nama yang saya pilih karena saya berasal dari lingkungan Kimia dan saya senang dengan kebudayaan Jepang. Meski demikian, saya masih tetap sebagai orang Indonesia yang cinta bangsa sendiri dan berharap bangsa ini tidak tertindas lagi oleh siapa pun, baik dari luar maupun dari dalam.
Arsip
Kategori
-
Komentar Terakhir
- thegands pada Plastik yang Menjadi Buah Bibir.
- thegands pada Plastik yang Menjadi Buah Bibir.
- Singal pada Rame-rame Kampanye
- isfiya pada Celotehan
-
Blog Stats
- 94 hits
-
Klik tertinggi
- Tidak ada
Blogroll
Meta
kok pengunjungnya dikit bro?
sering2 aja blogwalking..