kagaku’s blog

Just another WordPress.com weblog

Rame-rame Kampanye

       Wah, sepertinya sudah hampir diadakan pesta akbar demokrasi di negeri kita ini. Di daerah bahkan sudah mulai sejak sekarang. Masing-masing peserta sudah menyebarkan undangan (baca:janji) kepada semua orang agar mereka mendatangi (baca:memilih) mereka. Tindakan yang dikenal sebagai kampanye (bahasa kasarnya: tebar pesona) ini sudah dilakukan bahkan sebelum mereka mendaftarkan diri sebagai peserta. Semangat sekali, ya. Padahal belum ada jaminan kalau mereka gol jadi peserta atau tidak. Entah mengapa wasit (baca KPU) tidak melihat ini sebagai keanehan. Mungkin karena aturan mainnya yang belum ada ? Hal itu mungkin saja.

       Di kotaku saja, pemilihan kepala daerah aka. Pilkada baru akan dilakukan beberapa bulan lagi. Pemilihan calon peserta baru diadakan beberapa hari lalu. Tapi gembar gembornya… wah sudah dari tahun lalu! Poster bertebaran kemana-mana. Semua dengan tetek-bengeknya. Tapi apakah mereka berhasil masuk? Sepertinya tidak. Ada beberapa dari mereka yang saya lihat tidak masuk dalam dsaftar peserta. Kalau begitu bukannya sayang sekali, dana yang sudah dikeluarkan ?

       Baru tadi pagi saya juga mendengarkan berita sembari mandi, sebuah cerita yang cukup menarik. Di salah satu wilayah negeri kita tercinta ini, para peserta berlomba-lomba memikat hati para pemilih. Mungkin hal itu sudah biasa, tapi yang ini agak tidak biasa. Menurut berita yang saya dengar dari Trans7 (sukses diambil Trans corp. dari KKG, makanya namanya berubah) itu, para calon menggunakan gadis-gadis cantik dalam kampanye. Ada yang mengundang mereka supaya mereka menyoraki mereka dan membentuk image bahwa mereka mendukung para wanita. Ada pula yang seperti menjual produk dari peserta. Tidak ada janji-janji. Para gadis hanya membagikan nasi bungkus saja. Seakan mereka sales girl yang sengaja dipakai agar pemilih (terutama pria) mengingat sang calon sebagai yang memberikan sesuatu yang ’segar’ bagi mereka.

       Ada lagi yang lebih heboh. Sang calon mengundang biduanita cantik dalam kampanyenya. Mereka menaynyikan dangdut dengan segala embel-embelnya. Lho, embel-embel? Ya, segala hal yang mengikuti setiap acara dangdut : Jogetan. Masalahnya, masih dari berita tadi, yang berjoget di atas panggung (para biduanitanya), tidak tanggung-tanggung. Mereka berjoget dengan seronok. Wah! Saya jadi berpikir, apakah harus demikian dalam mencari perhatian ? Apa yang begitu lebih penting daripada visi dan misi? Pantas saja kalau negeri ini selalu tertipu pepesan kosong! Pemimpin dipilih dari kesan mereka yang ditangkap pemilih. Jika ditanyakan secara jujur pada pemilih, saya yakin kalau mereka memilih pemimpin karena apa yang mereka terima dari masa kampanyenya: joget yang kalau mau bilang erotis, pamer sales girl, nyanyi-nyanyi nggak penting dan semacamnya.

       Apa ini yang mau jadi bagian dari hidup kita? Dan begitu sang calon naik, dan memperoleh gelar idamannya, sang calon pun akan segera meninggalkan pemilih mereka. Mereka telah berhasil menipu pemilih, karena rakyat tak ubahnya sumber suara bagi mereka. Mereka bukan individu, hanya sumber statistika agar mereka bisa menjadi pemenang. hanya alat permainan, yang bila selesai, bisa segera dibuang.

       Musik bukanlah yang ingin didengar saat sedang rame-rame seperti sekarang ini. Yang penting adalah visi. Kalau memilih orang yang memberi pepesan kosong, JANGAN PERNAH BERANI MENYESALI PILIHAN ITU! Itu adalah pilihan kita (atau tepanya Anda sendiri), dfan sebagai orang dewasa yang bertangung jawab kita harus menerima pilihan itu dengan baik. Kalau yang dipilih ternyata tidak sesuai dengan harapan, maka jangan menyesal karena kita salah pilih, tapi MENYESALLAH KARENA KEBODOHAN KITA (ATAU MUNGKIN ANDA SENDIRI) MEMILIH MEREKA. Anda dan saya bisa menyesal bila yang naik ternyata orang yang tidak tepat, dan bukan pilihan kita. Karena sekarang sudah sering orang menyesali pilihan mereka. Saya menyesal pilih si inilah, saya menyesal pilih si itulah, dan banyak penyesalan lainnya. Mereka yang demikian tidak pernah berpikir dari awal kalau orang yang mereka pilih yang baik (aka. amanah) dalam menjalankan tugasnya atau hanyalah PENJUAL RACUN BERSELUBUNG SEBAGAI PENJUAL OBAT. Jadi, jangan salah pilih di pemilu nanti. Banyak pesetra yang hanya tebar pesona, seperti para marketer menjaring pembeli.

       Semoga negeri ini nantinya semakin lebih maju dengan sumbangsih kita ini. Menjelang bulan Agustus ini, saya berharap demikian. Semoga TUHAN beserta kita sekalian! AMIN!!

Juli 15, 2008 - Ditulis oleh kagaku | Opini saya | , , , | 1 Komentar

1 Komentar »

  1. Semoga para politikus melakukan dan mengampanyekan hal yang baik, bukan janji manis tetapi pahit kemudian. Semoga mereka tidak membohongi rakyat.

    Komentar oleh Singal | Juli 15, 2008


Tinggalkan komentar