kagaku’s blog

Just another WordPress.com weblog

       Sebenarnya ini pengalaman yang sudah cukup lama. Dan mungkin sudah begitu basi di masyarakat kita ini. Saya melihat di depan mata sendiri polisi melakukan tindakan kungli terhadap pelaku pelanggaran lalu lintas. Pelakunya adalah supir dari mikrolet yang saya dan saudara saya tumpangi. Entah mengapa, polisi yang biasanya tidak begitu ketat di wilayah itu mengetatkan penjagaannya. Tempat mobil tumpangan saya memang bukan terminal (cuma terminal bayangan). Tapi biasanya polisi tidak ada di tempat itu. Tapi mungkin apes bagi supir itu, malam itu mobilnya kena tilang. Seperti yang saya bilang tadi, cerita ini sudah basi. Semua orang pasti tahu apa yang terjadi berikutnya. Ya, supir itu pergi ke pos polisi terdekat dan membayar polisi tersebut. Bagi mereka itu lebih baik karena mereka tidak mau repot dengan urusan pengadilan.

       Ironis sekali kalau saya pikir. Kita menggembar-gemborkan pemberantasan korupsi, tapi malah pelaksana seperti polisi yang berada dekat dengan masyarakat malah melakukan tindakan demikian. Mereka menerima suap. Yang anehnya, masyarakat yang m,emberi suap agar tidak ditilang biasanya marah-marah seraya mengumpat petugas tersebut. Mereka yang melakukan pelanggaran terkadang salah juga, sih. Yang begitulah. Demi kelancaran usaha, SIM dan STNK ditebus dengan uang 20 ribuan. Apakah ini karena polisinya yang punya mental suap atau masyarakat yang berpikiran melanggar tidak ada masalahnya karena toh dapat diselesaikan dengan uang?

       Saya tidak tahu pasti sejak kapan mental ini tetrbentuk. Di satu sisi, polisi nerimo saja kalau diberikan suap dan masalah dapat selesai dengan mudah. Alasannya lebih baik masalah “sepele” diselesaikan secara baik-baik dan kekeluargaan. Ini membuat tidak adanya efek jera pada masyarakat. Di sisi lain, masyarakat seperti mematuhi sebuah peraturan taktertulis yang kalau dibahasakan kira-kira begini: “Kalau melanggar di jalan dan di tahan, selesaikan saja dengan ‘baik-baik’ (baca:bayar saja polisinya!). Nggak usah ribut-ribut. Berapa, sih?”. Mungkin kira-kira begitu.  Bangsa kita mungkinlah satu-satunya bangsa yang suak mngecilkan masalah seperti ini. Segalanya diselesaikan dengan ‘damai’ dan ‘kekeluargaan’. Meskipun seperti yang saya katakan tidak sedikit orang yang mengumpat polisi karena hal ini. Terkadang polisi di jalan juga dengan sengaja menilang seseorang tanpaalasan yang jelas, hanya demi mendapat uang. Aneh kalau untuk saya.

       Polisi, sejak mereka masuk sampai dengan keluar dari institusi tersebut, tidak lepas dari tindak suap-suapan (kayak anak kecil disuap-suap :D ). Buak rahasia lagi (sudah terlalu lama jadi rahasia umum, jadinyabukan rahasia lagi) kalau mau masuk ke kepolisian hyarus punya dana besar, sekitar 40 jt lebih. Kalau saya, punya dana sebesar itu saya tidak akan gunakan sebagai suap. Lebih baik jadi modal usaha warnet. Lumayan daripada jadi uang haram. Tapi banyak orang yang melakukan ini karena di masyarakat kita polisi memiliki prestise sendiri di masyarakat. para orang tua akan bangga jika anak-anaknya jadi polisi. Coba dengarkan orang lain yang menanyakan pekerjaan anak orang lain. Kalau bekerja sebagai polisi betapa mereka berdecak kagum. Padahal sebenarnya apa polisi itu, sampai dikagumi secara berlebihan? Toh mereka HANYA POLISI (kalau anaknya bekerja sebagai ahli kimia seperti saya nanti (AMIN!!) mungkin decakan itu tidak akan terdengar :) ).

       maff bagi para polisi. Tapi ini adalah suara saya yang kurang senang pada Anda sekalian. Satu lagi, ada kejadian macet yang lumayan parah di jalan poros utama yang menghubungkan pusat kota dengan perumahan di kota saya. yang aneh, tak satu pun polisi yang bertugas menentramkan macet tersebut. Sekali lagi aneh untuk saya.

       Mungkin ada yang akan mengatakan saya agak naif atau apa, kok masalah begini dibahasakan. Tapi kalau untuk saya, masih lebih baik saya berbicara begini, daripada nantinya membayar suap pada polisi menjadi sebuah kelumrahan dalam masyarakat. Hal yang rancu, bukan? Dan bagi orang-orang lain yang menganggap polisi memiliki prestise, sebaiknya berpikir ulang. Polisi itu HANYALAH SEORANG APARAT BIASA.l Tidak lebih, tidak kurang. Jangan memaksakan diri kalau tidak mampu. Jangan membiarkan diri mengikuti sistem kacau ini kalau mampu masuk. Sekian uneg-uneg saya kali ini. Maaf kalau ada yang kurang berkenan. Peace, man :D !

Juli 7, 2008 Ditulis oleh kagaku | Opini saya | , | No Comments Yet